Minggu, 27 Maret 2011

My way

Suatu hari kakak kelasku tanya ke aQ, "dek, kamu tau lagunya frank sinatra judulnya my way?". aQ jawab ga tau, karna jujur aQ ga terlalu suka ma lagu yang mendayu-dayu irama swing gitu..

Jujur, selera laguku selama ini berkembang sesuai umur dan jaman. Waktu balita, ga jauh beda ma kalian semua, sukanya 'pok ami-ami', 'bintang kecil', dan lagu anak-anak bayi laennya. Udah mulai gedhe, SD, pada jaman itu lagi booming lagunya enno lerian, 'si lumba-lumba' bondan prakoso, trio kwek-kwek, P project, dsb. SMP, ngikut selera kakak yang pada saat itu suka beli kaset punya Michael Learns To Rock, Boyzone, Backstreet Boys, dan teman-temannya. Waktu SMA suka banget ma Chrisye, KLA Project, lagu-lagu rock ballads, dan yang paling penting Kahitna, karna benar-benar menggambarkan gimana perasaan hati waktu pedekate ma cewek.. Hahahaha..
Selera musik pada waktu kuliah mpe sekarang, menurut aQ benar-benar berubah 180 derajat dari lagu yang selama ini aQ suka. Yaitu mulai menyukai band-band yang terkenal dengan lagu-lagu cadasnya, diawali oleh Metallica, "The American Idiots" Greenday, SUM41, Simple Plan, System of a Down, Avenged Sevenfold, Linkin Park. Lagu-lagu HipHop Eminem, Black Eyed Peas, Ne-Yo, Rihanna. Trus juga ga mlupakan lagu-lagu punya Jason Mraz, Michael Buble, Lady Gaga, John Legend, RAN, Maliq D'esential, Japanesse "Manga" song. Serta tahun-tahun belakangan ini suka banget ma musik-musik klasik bawaan Beethoven, Bach, Chopin, dan teman temannya. Mpe sekarang aQ masih suka lagu-lagu itu semua.. Bahkan lagu 'bintangku ada lima' pun aQ masi suka. Hehe..

Balik ke lagunya Frank Sinatra, My way. Terkadang Qta suka ma lagu bukan hanya karna irama yang menghentak yang memacu adrenalin Qta atau irama yang mengalir kayak air punya Beethoven, namun karna maksud yang dicritakan dalam lagu itu. Lagu ini bercerita mengenai orang dyang udah merasa dipenghujung hidupnya yang bercerita mengenai hidupnya. Yang intinya suka, duka yang telah dia alami tidak akan pernah dia sesali karna dia telah berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikannya dengan cara dia.
Lagu ini meaningfull banget. Kata-katanya bagus banget dan bisa buat yang nyanyiin membayangkan dan menggambarkan bagaimana kehidupan orang itu yang memang ga sempurna tanpa kesalahan namun yang bikin luar biasa adalah dia melakukannya dengan sedikit penyesalan.
Lagu ini bisa menjadi contoh untuk Qta agar ga asal dalam menjalani hidup. Setiap tikungan pasti akan ada masalah yang menghadang, namun Qta harus yakin kalo semua itu dapat diselesaikan yaitu dengan perhitungan dan rencana yang matang. Qta diajarkan agar jangan ragu dan harus berani dalam mengambil keputusan, apabila dengan keputusan itu Qta jatuh, Qta harus bisa bangkit dan berjuang lagi.

Dalam satu bait dia menceritakan ada suatu masa dimana dia menginginkan sesuatu yang diluar kemampuannya, dan dia mengalami kegalauan, yang akhirnya pada akhirnya dia buang keragu-raguannya dan menghadapi itu semua dengan gagah berani.

Bait yang paling aQ suka yaitu bait terakhir
For what is a man? What has he got? If not himself - Then he has naught.
To say the things he truly feels and not the words of one who kneels.


Yang Qta miliki adalah diri kita sendiri, jadi janganlah kita bergantung kepada orang lain karena ini hidup Qta sendiri. Hanya kepada Tuhan sajalah Qta bergantung, karena hanya kepada-Nya Qta memohon pertolongan dan berserah diri.
Mari Qta cetak jalan Qta sendiri.. Jangan ada kata menyerah dan menyesal. Agar Qta bisa bercerita kelak pada anak-cucu Qta serta mengatakan seperti apa yang dikatakan Frank Sinatra dalam akhir lagunya "The record shows I took the blows and did it my way".

3 komentar: