Senin, 28 Maret 2011

SP

Mungkin jika hanya dilihat sebagai dua huruf konsonan yang tidak dapat disuarakan, huruf-huruf tersebut ga ada artinya. Namun apabila itu merupakan suatu sigkatan atau akronim, bisa berarti macam-macam.
#1 Sebagai singkatan, dua huruf itu bisa mengubah hidup seseorang atau bahkan menjadi pendongkrak kasta seseorang. Yaitu Sarjana Pertanian. Dengan gelar ini di belakang nama Qta, Qta patut bangga donk.. Empat tahun merupakan rata-rata waktu yang dibutuhkan seorang mahasiswa normal bin ga bolot untuk mendapatkan gelar tersebut. Setelah berjuang dengan meneteskan keringat bahkan darah, dan pastinya tinta bolpen, orang dengan embel-embel SP secara pasti dan konsekuen akan naek kastanya dimata orang laen, apalagi dimata bapak-bapak petani Qta yang tercinta. Karna dengan harapan lebih banyak orang dengan gelar tersebut akan meningkatkan kesejahteraan mereka. Namun harapan semoga bukan harapan kosong.. WOI para sarjana pertanian..!!! Dimanakah kalian pada saat petani Qta semakin miskin karena digerogoti para tengkulak?? Serta dengan gelar itu pula akan menaikkan gengsi Qta secara tidak langsung karna ga akan dipandang sebelah mata oleh calon mertua karena aka mempermanis nama Qta di undangan pernikahan bersama putrinya kelak. Namun, aQ ga akan membahas lebih banyak, karna saya bukanlah SP,, namun saya ST. Bukan maksut membandingkan antara keduanya, namun saya takut salah omong.. Bisa malu kalo ada seorang SP yang baca tulisan ini.. Hehehe.. So, no offense..
#2 Sebagai sebuah singkatan, huruf-huruf tersebut bisa mendunia dan menjadi sesuatu yang penting bagi bidang tertentu. Contohnya singkatan “sp” di belakang nama latin tumbuhan. Pertanyaannya, kenapa harus nama latin? Karna bagi Qta yang orang Indonesia (baca: saya) sangat susah spelling-nya apalagi untuk mengingatnya. Pernah di SMA ada tugas menghapal nama latin dari tanaman. Siapa yang paling banyak bisa menghapal, nilainya akan lebih bagus. Sudah aQ lemah dalam hal hapal-menghapal, ni nama latin pula. Apalagi kalo waktu ujian, pake ditulis pula nama latinnya.. Tapi saya ga akan pernah menyesal dan ga akan pernah bersedih karna ujian saya jelek. Terimakasih Ibu Chusul dan Ibu Indah, guru biologi SMA.
#3 Tidak hanya memiliki arti yang positif, dua huruf yang tanpa dosa itu juga bisa membuat orang dag dig dug, seperti yang baru aQ rasakan hari ini. Karena singkatannya adalah Surat Peringatan. AAAAARRRGGGHHHH......!!!!!! Ceritanya, tadi aQ ke kampus karna mo ngurus surat permohonan sidang komisi 1 di rektorat. Sebelumnya aQ mampir ke TU jurusan karna mo nanya ruangan untuk sidkom. Eh baru masuk ruangan TU, ma mbaknya langsung dipanggil, “kebetulan, nih ada surat buat kamu..”. Waw, jarang-jarang pikirku, kapan lagi dapet surat. Langsung terbayang pada waktu kecil aQ suka menyongsong bapak-bapak tukang pos, berharap ada surat untuk aQ. Nah, setelah ku buka surat yang dikasi mbak TU, aQ langsung terjengkang..!! Ternyata itu Surat Peringatan Masa Studi..!!! Omaigat..!! Sudah selama itukah aQ di kampus ini?? Setelah ku eja dan ku pahami, ternyata seharusnya surat itu bukan ditujukan untuk programku. SP itu ditujukan untuk mahasiswa program percepatan 13 bulan. #menghela napas.. dan bersyukur#
Namun tetep aja, surat itu ga boleh dicuekin gitu aja. Secara, semester ini tinggal beberapa 4-5 bulan. Jadi harus tetep semangat dan harus cepet diselesaikan segala sesuatunya..!!!!! SEMANGAT..!!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar