Beberapa hari yang lalu da temenku yang nanya, "knapa sepi blognya??"
Iya beberapa minggu yang lalu bener2 sibuk.. Sibuk karna nyiapin untuk proposal tesis.. Dari konsultasi, begadang ngerjain, begadang revisi, konsultasi lagi, begadang lagi, kolokium deh.. Hehe..
Sebenernya salah aQ ndiri seh.. *jiah bakal curhat neh*
No curhat..
Now I'm at my hometown.. Sehari setelah kolokium, aQ escape dari Bogor.. Tujuan utama di sini ambil data buat tesis.. Mpe skarang udah 75% dapet datanya.. Masi ada beberapa yang belum keambil, tapi udah make a appointments..
Hometown.. Kota Malang, dalam satu tahun ini krasa banget perubahannya.. Terutama di masalah traffic. Makin padat kendaraan beermotor di kota ini, yang kliatan banget tuh motor. Bisa-bisa perbandingan mobil en motor di kota ini mpe 1:15 mpe 1:20. Jadi untuk para pengendara mobil harap lebih berhati-hati dan untuk para pengendara motor harap lebih bijak dalam berkendara. Jangan mpe karna kesalahan pengendara motor, pengendara mobil juga jadi korban. Karna apa yang terjadi di jalan, benar-benar ga bisa diprediksi. Qta udah melengkapi persyaratan "safety riding" jalan di jalur lambat, eh karna kesalahan pengendara laen, Qta ikutan jadi korban.
Ada pendapat yang salah mngenai kemajuan suatu kota yang diliat dari kondisi traffic-nya. "Semakin maju suatu kota, maka bisa diliat dari kemacetan yang terjadi di kota tersebut". Parah banget kalo gitu.. Kalo kota A maju banget perekonomiannya, brarti smakin parah macetnya.. Kalo menurut aQ, itu brarti pemerintahnya masih belom bisa mengembangkan kota. Karna mengembangkan kota harus dilihat dari berbagai sektor en beberapa aspek. Ekonomi maju tapi kemiskinan meningkat juga ga bisa disebut sebagai pembangunan yang sukses, apa lagi kalo berhubungan ma kemacetan. Karna lalu lintas merupakan salah satu sarana untuk jalannya perekonomian. Sirkulasi barang, sirkulasi orang, semua lewat jalan raya. Jika jalannya macet, maka sirkulasi itu akan terhambat. Sebagai analogi di tubuh manusia, barang n orang itu kayak oksigen n unsur2 laen dalam darah, jalan raya kayak pembuluh darah. Kalo pembuluh darah mengalam penyempitan, maka sirkulasi darah ga lancar n bikin Qta sakit. Apa lagi kalo penyempitan ato penyumbatan terjadi di bagian penting tubuh Qta, akan semakin cepat kita sakit dan apabila ga segera disembuhkan, paling ekstrim bisa bikin Qta meninggal. Selama ada penduduknya, kota ga akan pernah mati. Tapi kota bisa saja mengalami kebangkrutan. Kebangkrutan yang paling mudah dilihat dari sisi ekonominya, karna itu yang selalu terhitung dan tercatat. Ga mnutup kemungkinan kebangkrutan di aspek yang laen, seperti aspek sosial, budaya, politik, dll.
Sekali lagi, urusan jalan raya merupakan salah satu unsur yang vital dalam perkembangan kota. Manajemen lalu lintas jalan raya bukanlah sesuatu yang mudah, karna menyangkut pergerakan orang yang slalu mencari jalan yang paling nyaman, aman dan cepat. Tapi bukannya itu sudah masuk dalam pajak yang kita bayarkan tiap periodenya ya? Jadi memang sudah kewajiban pemerintah dalam mengelola lalu lintas. Entah dengan metode pembatasan jumlah kendaraan atau pemecahan rute kendaraan. Dibandingkan pemecahan rute kendaraan yang membutuhkan banyak pembangunan jalan baru, saya lebih tertarik dengan pembatasan jumlah kendaraan.
Pembatasan jumlah kendaraan mungkin susah diaplikasikan, namun beberapa negara maju saja bisa menerapkannya, kenapa Qta tidak mencoba metode tersebut? Namun, tentu saja dibarengi dengan penyediaan sarana angkutan umum yang memadai. Memadai di sini bukan hanya sekedar ada, tapi memenuhi syarat aman, nyaman dan selalu ada. Selalu ada di sini juga bukan dengan jumlahnya yang banyak, namun cukup dan tentu saja dengan pengaturan waktu berangkat, singgah, dsb.
Karena menurutQ, kalo tidak dilakukan pembatasan jumlah kendaraan, mereka akan smakin bertambah banyak sedangkan luas dan lebar jalan raya yang tidak mengalami peningkatan sedrastis jumlah kendaraan. Apalagi didukung dengan usaha promosi tiap-tiap distributor otomotif yang menawarkan uang muka serendah-rendahnya dan cicilan semuarah-murahnya, belum lagi para customer tergiurkan dengan hadiah yang mereka tawarkan. Akhir-akhir ini saya mendengar, entah di Kota Malang aja ato di seluruh tempat, yaitu terdapat perubahan peraturan pajak kendaraan. Dulu, seumpama Qta punya banyak kendaraan, asalkan kendaraan Qta terdaftar dengan nama yang berbeda, yaitu biasanya diatas-namakan anak2nya, pajak kendaraan Qta ga akan bertingkat. Namun sekarang bukan berdasarkan nama pemilik, tapi alamat pemilik dan kartu keluarga. Jadi seumpama ada tiga mobil dengan nama pemilik yang berbeda, namun mereka satu rumah, mereka akan terkena pajak kendaraan bertingkat. Saya pikir ini merupakan hal yang bagus, karna membuat Qta berpikir ulang untuk membeli kendaraan lain dalam satu rumah.
Betewe, oke saya kembali ke jagat per-blog-an.. Dan akan lebih banyak membicarakan ttg apa yang saya anggap menarik untuk saya komentari.. hehe..